Bi Ngah, Penjual Sate yang Telah Bertahan Puluhan Tahun

Bi Ngah, Penjual Sate yang Telah Bertahan Puluhan Tahun

Singaraja merupakan sebuah kota yang cantik di kawasan Bali. Meski Singaraja tak seterkenal Ubud dan wilayah lain di Bali, namun objek wisatanya tak kalah. Terlebih untuk kulinernya. Bila Anda datang ke sini, cobalah mampir ke tempat Bi Ngah yang sudah berjualan sate puluhan tahun sehingga buatnya pantas untuk asuransi wakaf Allianz.

Sudah Berjualan Sejak Tahun 1960

Nama Bi Ngah mungkin tak asing lagi bagi Anda yang pernah berliburan ke Singaraja. Pasalnya, rasa sate jualannya sangat enak dan banyak peminatnya. Apalagi, Bi Ngah sendiri sudah berjualan sejak tahun 1960 lalu. Meski sudah berjualan lama, namun sampai saat ini Bi Ngah tidak memiliki warung tetap untuk berjualan.

Bi Ngah, Penjual Sate yang Telah Bertahan Puluhan Tahun

Beliau hanya berjualan di tepi jalan menumpang saja. Tempat ia jualan adalah di Jalan Surapati, Singaraja, di sebelah Warung Siobak. Bila Anda berniat untuk mencicipi sate buatan Bi Ngah, datanglah ke sini mulai jam 4 sore hingga satenya habis.

Di balik sosoknya yang selalu tersenyum melayani pembeli, sebenarnya Bi Ngah bukan lagi sosok yang setegar karang seperti masih muda. Nenek yang telah berusia lebih dari 80 tahun itu seringkali merasa kelelahan tatkala berjualan. Walaupun begitu, ia tetap akan semangat melayani pembeli yang mau membeli satenya.

Salah satu yang membuat sate Bi Ngah selalu laku adalah rasanya yang tak pernah berubah. Ia hanya berjualan di depan teras toko orang lain dengan bermodalkan sebuah meja tua serta pemanggang sate.

Hal Istimewa dari Sate Bi Ngah

Tentu saja, selain rasanya yang tak berubah, hal lain yang membuat sate Bi Ngah selalu didatangi para pembeli adalah varian sate yang ditawarkan. Anda bisa memilih sate sapi, sate sapi manis, sate kakul, sate serapah dan lainnya yang semuanya dijamin enak. Banyaknya menu yang ditawarkan tentunya membuat jualan Bi Ngah makin laku.

Apalagi, bumbunya istimewa. Menurut Bi Ngah, bumbu yang digunakan tak pernah berubah sejak pertama kali ia berjualan di sini. Salah satu menu yang paling banyak diburu orang adalah sate serapah yang terbuat dari kulit sapi yang direbus dengan bumbu Bali pedas. Selain sate serapah, sate lain yang laris manis adalah sate kakul.

Sate kakul sendiri adalah sate siput yang dihidangkan dengan pilihan kuah yang bisa dipilih. Hal yang membuat sate Bi Ngah unik adalah penyajiannya yang masih menggunakan daun pisang yang dipincuk. Ini adalah hal istimewa lain yang membuat dagangannya selalu laris.

Meski dagangannya laris manis, namun sosok Bi Ngah selalu sederhana. Ia tak pernah menolak siapapun pembeli yang datang. Hal ini juga terbukti dengan terus mempertahankan keaslian dari ciri khas satenya sejak dulu.

Asuransi Allianz Wakaf

Sosok yang sudah tua seperti Bi Ngah seharusnya sudah tak lagi bekerja. Namun, dengan keadaan sekarang, hal itu tentu lain ceritanya. Oleh sebab itu sangat pantas Bi Ngah peroleh perlindungan dari asuransi ini.

Dengan ini, ia bisa mendapat perlindungan asuransi jiwa dasar, santunan penyakit kritis, santunan asuransi cacat total dan lainnya. Ini tentu akan sangat bermanfaat untuk hari tua Bi Ngah.

Dengan semangatnya yang masih menggebu hingga saat ini dan tak memperdulikan kondisinya yang sudah renta, tentunya sangat pas untuk Bi Ngah menerima anugerah asuransi wakaf dari Allianz. Asuransi ini jelas bisa memberikan manfaat yang banyak untuknya serta untuk Anda yang ikut berkontribusi dalam asuransi Allianz wakaf itu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *